Program Kemitraan Masyarakat  (PNBP UNS 2018) “Pemberdayaan Perempuan dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat melalui Pelatihan Manajemen Produksi Kerupuk Batang Pisang di Jenawi, Karanganyar “

 

Program PKM ini dilaksanakan sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Pengabdi dari Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, UNS dengan tim yang terdiri atas Dr. Ir. MMA. Retno Rosariastuti, M.SI; Ir. Sumani, M.Si, dan Aktavia Herawati, S.P.,M.Sc. Peserta pengabdian merupakan anggota Kelompok Wanita Tani Rejeki Mandiri dan Mukti Rahayu di Kecamatan Jenawi. Salah satu bagian tanaman yang pemanfaatannya masih sangat terbatas adalah batang pisang, khususnya bagian dalam yang berwarna putih, yang biasa disebut hati batang pisang. Pada kegiatan pengabdian tahun sebelumnya telah dilakukan teknologi/cara pembuatan kerupuk dan dendeng berbahan dasar hati batang pisang.Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Produk yang dihasilkan juga layak untuk dikonsumsi. Kegiatan PKM lanjutan ini bertujuan untuk memproduksi kerupuk batang pisang dalam skala besar dengan variasi bentuk dan rasa serta dilakukan uji kualitas produk meliputi masa kadaluarsa, uji lemak, uji protein, dan uji kadar air. Di samping itu, dalam rangka pemberdayaan perempuan,  wanita sebagai pendamping suami, memiliki kemampuan membantu peningkatan ekonomi keluarga dengan cara memproduksi kerupuk hati batang pisang yang dapat dilakukan di rumah atau dengan cara membentuk kelompok tani, yang produksi kerupuknya dapat dikelola secara bersama-sama. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa pemahaman masyarakat pada analisis ekonomis atas produk yang akan dijual, sangat rendah, sehingga perlu diadakan pelatihan tentang analisis ekonomis ini, agar mereka tidak mengalami kerugian. Pada akhirnya kemanfaatan tanaman pisang menjadi meningkat, sampah atau limbah dari tanaman pisang berkurang, masyarakat memiliki sumber mata pencaharian baru, dan pendapatan masyarakat  meningkat.

IMG_9101

Gambar 1. Penyuluhan tentang analisis ekonomis atas produksi kerupuk hati pisang

Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan ini yaitu Pelatihan Tahap I berupa penyuluhan tentang analisis ekonomis atas produksi kerupuk hati pisang yang telah dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2018 pada 2 Kelompok Wanita Tani (KWT). Pada pelatihan tahap 1 diketahui bahwa kerupuk hari batang pisang yang kemudian diberi nama kerupuk ares, disukai banyak orang, dan bahkan telah dipasarkan di lokasi wisata di sekitar Tawangmangu. Antusiasme tampak terlihat dari peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 orang peserta, pamong desa dan penyuluh pertanian. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penggalian informasi atas peralatan yang dibutuhkan oleh kedua KWT untuk meningkatkan produksi kerupuk ares mereka. Berdasarkan informasi yang diberikan diketahui bahwa ke dua KWT membutuhkan alat perajang kerupuk dan wajan besar untuk menggoreng. Peralatan tersebut diberikan pada perlatihan tahap kedua. Pelatihan Tahap II dan pemberian bantuan alat dilaksanakan padatanggal 1 November 2018 dengan kegiatan berupa uji kualitas baik dari segi rasa, bentuk dan gizi dari hasil olahan kerupuk dan menguji pemahaman mereka terhadap analisis ekonomis produk kerupuk ares, sebagai hasil dari pelatihan tahap I.

IMG_9131

Gambar 2. Penyerahan bantuan alat perajang kerupuk

Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa untuk menghasilkan kerupuk 20 kg membutuhkan biaya tetap produksi sebesar Rp. 33.330,- dan biaya variabel sebesar Rp. 564.700,-. Total penerimaan dari kerupuk 20 kg sebesar Rp. 920.000,- sehingga total pendapatan sebesar Rp. 321.970,-. Berdasarkan nilai tersebut diperoleh nilai R/C Ratio yaitu 1,53 (layak), nilai B/C Ratio yaitu 0,53 (layak). Sehingga berdasarkan analisis ekonomi, usaha kerupuk hati batang pisang atau kerupuk ares layak untuk diusahakan dan dikembangkan

IMG_9227

Gambar 3. Packaging produk kerupuk batang pisang hasil kegiatan pelatihan siap dipasarkan

IMG_9232

Gambar 4. Foto bersama dengan peserta pelatihan