PUPUK ORGANIK CAIR SOLUSI HEBAT HEMAT BIAYA PRODUKSI PADI DI MASA PANDEMI COVID-19

0
30

Pada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2021 bertempat di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang telah diselenggarakan diskusi terbatas yang berjudul ”Pendampingan Produksi Pupuk Organik Cair untuk Mendukung Pertanian Presisi Padi Organik”. Tim yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.P., Malihatun Nufus, S.Hut., M.Sc., Ir. Sri Hartati, M.P., Prof. Dr. Ir. Purwanto, M.S., Galuh Masyithoh, S.Hut., M.Si. telah menyampaikan terkait inovasi petani yaitu produksi pupuk organik cair untuk pertanian presisi padi organik. Isi dari diskusi tersebut antara lain pembuatan bioreaktor pupuk organik cair dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair.

Gambar 1. Pembuatan Bioreaktor Pupuk Organik Cair

Bak fermentasi berukuran 2 m x 4 m kedalaman 2 m, bak penyaring berukuran 1,5 m x 2 m kedalaman 1 m, pipa pralon 3 inc (penghubung bak fermentasi dengan bak penyaring), pipa pralon ¾ inc yang mengalirkan bak penyaring ke masing-masing (antar) drum, pompa pendorong dan pompa pengaduk, stop kran ¾, botol kemasan, stiker berlabel /merek, aliran listrik dan rak-rak botol pupuk. Sedangkan bahan baku pupuk organik cair antara lain kotoran hewan (sapi, kelinci dan kambing), urine ternak (sapi, kelinci, kambing), molase, rumen sapi, bekatul, bakteri dan nutri tambahan. Proses dan cara pembuatannya antara lain : (1) Bahan baku dimasukkan ke dalam bak fermentasi selama ± 15 hari, (2) Dialirkan ke dalam bak penyaring, (3) Dari bak penyaring, air hasil dari fermentasi didorong dengan pompa ke bak pengaduk selama  ± 15 menit, (4) Dari bak penyaring dialirkan dengan pompa ke tangki dan penampung, diberi tambahan nutrisi sesuai yang dibutuhkan setelah pengendapan / disaring, (5) dialirkan ke tangki /drum2 kecil (sesuai klasifikasinya)  untuk  pupuk daun, pupuk buah dan pupuk tanah, (6) Dari ketiga tangki tersebut masing-masing diberi kran – kran untuk kemudian dimasukkan dalam kemasan botol sesuai dengan ukurannya :0,5 liter, 1 liter, dan 5 liter, (7) Diberi label, dicatat, diadministrasikan dan didistribusikan kepada anggota kelompok, petani lain dan pemesan dan distributor, (8) Produk pupuk dikelola dengan managemen organisasi dengan pembagian hasil:  60 % pengelola, kelompok 10 %, paguyuban 10 % dan penguatan modal usaha  20%.

Gambar 2. Lokasi Sawah Padi Organik

Pupuk organik cair selain mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, dapat juga membantu meningkatkan kualitas produk tanaman, meningkatkan produksi tanaman dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Manfaat urine sapi antara dapat merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman karena urine sapi mengandung unsur hara makro dan mikro yang cukup dan dilengkapi dengan mikroorganisme lokal pengurai dan hormon yang dapat menyuburkan tanaman (Masluki et al, 2016). Cairan rumen sapi sangat kaya akan berbagai enzim seperti enzim selulase, amilase, protease, xilanase serta memiliki kandungan bakteri dengan konsentrasi 109/cc dari isi rumen dan protozoa yang bervariasi sekitar 105-106/cc dari isi rumen. Cairan isi rumen mengandung bahan organik yang tinggi. Kandungan bahan organik yang tinggi mempunyai potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau kompos (Ratnawati et al, 2018).

Gambar 3. Suasana pada saat monitoring oleh tim LPPM UNS

Penggunaan pupuk organik cair memiliki beberapa keuntungan antara lain mampu menyediakan hara secara cepat, pengaplikasian lebih mudah, dapat dengan cepat mengatasi defisiensi hara dan mudah diserap tanaman. Selain itu, penggunaan pupuk organik cair lebih hemat karena bahan baku yang digunakan merupakan limbah yang tidak terpakai dan tidak dimanfaatkan sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak. Biaya tenaga kerja pun juga tidak jauh beda dengan biaya bahan baku, karena dalam proses pembuatan pupuk organik cair dilakukan oleh semua anggota kelompok tani. Hal tersebut sangat membantu kelompok tani di masa pandemi sekarang ini. Covid-19 yang tak kunjung mereda memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Maka dari itu, dengan pembuatan pupuk organik cair diharapkan selain memberikan dampak positif bagi tanaman, juga dapat membantu para petani dalam mengembangkan pertanian presisi.

Surakarta, 1 September 2021

Supriyadi dan Tim
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Universitas Sebelas Maret, Surakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − three =