Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Tanah berdasarkan pada tujuan pembelajaran yang dirumuskan secara strategis untuk menghasilkan kualitas lulusan yang kompeten. Kurikulum untuk Prodi Ilmu Tanah dirancang untuk ditempuh selama 8 semester (4 tahun).

Program Studi Ilmu Tanah (PSIT) telah menerapkan kurikulum berbasis Learning Outcome dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta kesepakatan Asosiasi Program Studi Ilmu Tanah (APSITI). Kurikulum berbasis KKNI merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2012. Dalam kurikulum ini mahasiswa PSIT dituntut memiliki kemampuan untuk memenuhi kriteria dalam aspek attitude, bidang kemampuan kerja, pengetahuan, manajerial dan tanggung jawab.

Kurikulum PSIT telah berorientasi ke masa depan dan sangat sesuai dengan VMTS program studi yaitu “Menjadi penyelenggara pendidikan dan pengembangan ilmu dan teknologi yang unggul di bidang  tanah dan sumber daya lahan daerah aliran sungai di tingkat nasional maupun internasional”. Kurikulum PSIT memuat kompetensi lulusan secara lengkap meliputi kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya yang dirumuskan sangat jelas. Perumusan kurikulum tersebut berdasarkan pada hasil pertemuan Asosiasi Program Studi Ilmu Tanah Indonesia (APSITI). Dalam pertemuan tersebut dirumuskan profil lulusan Ilmu Tanah sebagai berikut:

  1. Peneliti dan pendidik di bidang ilmu tanah dan  sumberdaya lahan
  2. Praktisi/Pelaku di bidang pertanian
  3. Manajer (planner, designer, organizer, evaluator, mediator)
  4. Pengusaha (entrepreneur)
  5. Konsultan di bidang pertanian, dan
  6. Birokrat (pembuat kebijakan).

Sesuai dengan hasil Pertemuan Tahunan I APSITI tahun 2018, maka PSIT FP-UNS merancang lulusannya mempunyai Kompetensi Utama sebagai berikut:

  1. Mampu mendeskripsikan sifat-sifat, karakteristik berbagai jenis tanah-tanah serta potensi dan kendala dalam pemanfaatannya di bidang pertanian.
  2. Mampu mengidentifikasi berbagai masalah tanah dan lahan dalam budidaya pertanian dan menerapkan kaidah-kaidah Ilmu Tanah pada berbagai kondisi.
  3. Mampu mengklasifikasikan tanah, mengevaluasi kelas kemampuan/ kesesuaian lahan serta memilih alternatif pemanfaatannya secara berkelanjutan, sehingga mampu memelihara fungsi-fungsi ekologis tanah berdasarkan pengamatan lapangan, analisis laboratorium dan lansekap serta pemetaan kartografik.
  4. Mampu melaksanakan survei dan pemetaan tanah untuk mengevaluasi kemampuan dan kesesuaian lahan sebagai dasar perencanaan penggunaan lahan yang berkelanjutan.
  5. Mampu mendiagnosis secara visual dan atau laboratoris gejala kekahatan (deficiency) hara dan keracunan (toxicity) dan alternatif pemecahannya dari berbagai jenis tanaman budidaya utama dalam pertanian, perkebunan serta kehutanan.
  6. Mampu menyusun rekomendasi pemupukan meliputi jenis dan takaran pupuk berdasarkan spesifik lokasi pada berbagai jenis tanah dan tanaman budidaya.
  7. Mampu menganalisis, menetapkan dan melakukan tindakan pengelolaan tanah dan air dengan berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan keberlanjutan yang didukung dengan pengamatan lapangan, analisis laboratorium dan lansekap.
  8. Mampu mengembangkan lahan pertanian secara berkelanjutan
  9. Mampu melaksanakan remidiasi dan mereklamasi tanah untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
  10. Mampu mengelola kesehatan dan kualitas tanah