KOPI ARABIKA TANTANGAN DAN PROSPEKNYA DI TOKAWI PACITAN

0
83

Diskusi terbatas bersama masyarakat Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan telah terselenggara pada hari Sabtu, 14 Agustus 2021 dengan topik pembahasan”Pendampingan Agroforestry Tanaman Kopi Arabika di Tokawi Pacitan”. Tim yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.P., Prof. Dr. Ir. Purwanto, M.S., Ir. Sri Hartati, M.P., Malihatun Nufus, S.Hut., M.Sc. dan Galuh Masyithoh, S.Hut., M.Si. telah menyampaikan hasil kesesuaian lahan di Desa Tokawi terhadap komoditas yang ditanam yaitu Kopi Arabika. Hasil diskusi diperoleh bahwa status kesesuaian lahan di Desa Tokawi cocok untuk membudidayakan tanaman kopi arabika dengan sistem agroforestry. Warga Desa Tokawi sangat antusias dalam kegiatan forum komunikasi terbatas. Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bibit kopi arabika sebanyak 500 batang.

Selain mendiskusikan kesesuaian lahan dan permasalahan-permasalahan lain yang dihadapi selama membudidayakan tanaman Kopi Arabika, terdapat satu permasalahan di luar dari permasalahan dilapang yaitu strategi pemasaran hasil produksi tanaman Kopi Arabika. Hasil produksi sudah dipasarkan baik dalam bentuk mentahan dan bentuk jadi seperti kemasan (siap sedu). Namun, pemasaran yang dilakukan kurang meluas dan bentuk kemasan yang sederhana. Hasil produksi yang melimpah sangat disayangkan apabila dalam strategi pemasaran kurang optimal. Maka dari itu tim memberikan saran dari permasalahan tersebut dengan memberikan pelatihan-pelatihan terkait pembuatan desain kemasan dan teknik pemasaran tidak langsung seperti memanfaatkan media online. Karena pelatihan tersebut sangat penting dalam dunia pemasaran untuk bersaing dengan lainnya apalagi di jaman modern ini. Pemasaran melalui media online sangat memberikan banyak manfaat. Selain praktis, juga memperluas daerah pemasaran baik luar kota bahkan luar pulau. Desain kemasan sangat penting dalam menarik konsumen, karena dengan melihat desain kemasan yang rapi, penuh warna akan memberikan kesan yang bagus dan dapat menarik minat konsumen untuk membeli produk tersebut.

Kopi Arabika di Desa Tokawi memiliki prospek yang sangat bagus sehingga harus dikembangkan dengan baik. Tim berharap dengan melakukan diskusi terkait permasalahan yang dihadapi dan lainnya dapat memberikan solusi dan manfaat bagi para petani kopi. Tim juga memberikan kenang-kenangan berupa bibit Kopi Arabika dan modul pelatihan kepada para petani kopi yang diharapkan dapat membantu petani kopi dalam membudidayakan tanaman Kopi Arabika dan memberikan motivasi karena sangat disayangkan apabila Kopi Arabika di Desa Tokawi diabaikan dan tidak dikembangkan dengan baik.

Surakarta, 1 September 2021

Supriyadi dan Tim

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada MasyarakatUniversitas Sebelas Maret, Surakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten − three =