Pengembangan Pertanian Organik melalui Budidaya Azolla
Kamis, 22 Okt 2020, 10:08:48 WIB - 125 View

Pengembangan Pertanian Organik melalui Budidaya Azolla

Jauhari Syamsiyah, Ganjar Herdiansyah dan Sri Hartati

Prodi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, UNS

Jalan Ir. Sutami 36 Kentingan, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia 57126

Pemanfaatan azolla sebagai bahan organik tanah belum banyak dikenal oleh masyarakat pada umumnya dan pemanfaatannya belum optimal. Begitu juga di Dusun Nayan, Nangsri, Kebakramat, Kab. Karanganyar. Petani disana belum mengetahui manfaat dari azolla, yang dapat dijadikan sumber pupuk organik. Minimnya pengetahuan tentang Azolla dan bertani dalam penggunaan pupuk organik dan minimnya informasi mengenai cara budidaya serta penerapannya pada lahan pertanian, merupakan permasalahan yang ada pada petani di tempat tersebut, sehingga perlu dilakukan contoh kongkrit dalam proses pengembangan dan perbanyakan azolla melalui kegiatan yang bermanfaat bagi petani tersebut.

Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan dan pelatihan budidaya Azolla. Penyuluhan dilakukan oleh Tim Pengabdian dari Prodi Ilmu Tanah UNS. Tim yang terdiri dari Dr. Ir. Jauhari Syamsiyah, M.S (ketua), Ganjar Herdiansyah, S.P., M.P (anggota) dan  Ir. Sri Hartati, M.P (anggota) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pengenalan tentang azolla, pemanfaatan dan budidayanya.

Penyuluhan dilakukan untuk mengenalkan manfaat dari azolla. Kegiatan ini dilakukan di balai desa Nangsri yang dihadiri oleh kelompok tani Tani Makmur dan Margo Mulyo serta beberapa perwakilan dari perangkat desa setempat. Materi yang disajikan meliputi pengertian azolla, manfaat sebagai pupuk organik, budidaya dan pengembangan azolla untuk usaha lain. petani juga mendapatkan motivasi dan sharing pengalaman yang sangat berharga dari Dr. Suryono yang sukses dalam mengembangkan budidaya azolla.

Kegiatan penyuluhan oleh Tim Pengabdian

Kegiatan lainnya yaitu pelatihan budidaya azolla. Dalam kegiatan ini diawali dengan pemutaran video mengenai budidaya azolla dalam kolam tanah, kolam terpal, ember maupun nampan. Pelatihan ini dilakukan di tempat salah satu pengurus kelompok tani. Sebelumnya dilakukan koordinasi dulu untuk menentukan lokasi yang tepat dilakukan pelatihan. Dalam pelatihan ini petani ditunjukkan cara budidaya azolla yang benar dan bahan-bahan yang diperlukan seperti pupuk kandang, air, terpal dan bibit azolla.

Pelatihan budidaya azolla

Proses budidaya yang singkat dan hasil yang banyak dan memuaskan merupakan aspek yang sangat dilirik oleh petani. Dari mulai penyemaian bibit sampai panen azolla membutuhkan waktu 14-15 hari dan selanjutnya bisa dipanen seminggu sekali. Pemeliharaan yang mudah dan murah yaitu hanya dengan penambahan nutrisi yang berupa pupuk kandang atau MOL atau kompos serta penambahan air yang disesuaikan yaitu sedalam 5-20 cm yang dibutuhkan untuk azolla dapat tumbuh dengan baik. Bibit yang dipakai adalah yang masih muda (umur 2 minggu), hal ini mempengaruhi pada proses produktifitas. Untuk bibit azolla sangat mudah ditemukan, azolla ini merupakan sumberdaya alam lokal yang banyak ditemukan pada lahan sawah.

Hasil panen azolla bisa digunakan untuk pupuk organik. Penggunaan pupuk organik dari bahan azolla sangat potensial, dimana azolla merupakan salah satu sumber bahan organik bagi lahan sawah. Biomassa azolla dapat dijadikan sebagai pupuk organik sumber Nitrogen (N) yang sangat cocok dikembangkan oleh para petani karena aplikasinya sangat mudah dan murah. Penggunaan azolla pada lahan sawah bisa dengan disebar langsung ataupun dibenamkan dengan frekuensi empat kali yaitu pada saat pengolahan tanah pertama dan kedua, saat penyiangan kesatu dan kedua.

Panen Azolla setelah 15 hari

Setelah dibenamkan azolla segar terdekomposisi dan melepaskan hara nitrogen dan hara lainnya, dengan cara demikian dapat menghemat pupuk Urea 60 - 80% dari total kebutuhan pertumbuhan padi. Selain sebagai sumber N, azolla juga sebagai tanaman penutup (lapisan azolla) yang juga berpotensi untuk meningkatkan produksi padi.

Selain kegiatan penyuluhan dan pelatihan, Tim pengabdian UNS juga memberikan bantuan pompa air kepada kelompok tani yang dihadiri oleh kepala desa. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para petani dalam usaha penyediaan dan pemanfaatan air untuk lahan pertaniannya.

Harapan kedepannya dengan kegiatan dapat menciptakan pertanian organik yang ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk anorganik yang tidak ramah lingkungan dengan cara mengganti dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal berupa azolla. Besar harapan dalam pemanfaatan sumber daya alam tersebut secara maksimal yang nantinya dapat berarti bagi peningkatan produktivitas dan pendapatan petani serta pembangunan dalam sektor pertanian.