Kegiatan Pengabdian Masyarakat: PENANAMAN SENGON DALAM GERAKAN PENGHIJAUAN DI DESA SUKOHARJO, KECAMATAN TIRTOMOYO, KABUPATEN WONOGIRI

Kegiatan pegabdian yang didanai PNBP UNS Tahun anggaran 2019 ini dilakukan oleh dosen Prodi Ilmu Tanah FP UNS bekerjasama dengan dua mitra, yaitu: (1) Kelompok Tani “Ngudi Mulyo”, dan (2) Kelompok Tani “Ngudi Tani I” (1) dan Mitra (2) sama- sama berlokasi di Desa Sukoharjo, Tirtomoyo, Wonogiri, dengan jarak tempuh sekitar 80 km dari Fakultas Pertanian UNS. Bidang usaha yang dikembangkan oleh dua mitra tersebut adalah pertanian lahan kering. Permasalahan yang dihadapi ke dua mitra adalah kondisi lahannya semakin lama mengalami degradasi karena erosi yang cukup tinggi.

penyuluhan

Tim Pengabdi dari UNS berkoordinasi dengan Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo didampingi Ketua Gapoktan

penyuluhan

Tim Pengabdi dari UNS berkoordinasi dengan Ketua Kelompok Tani Ngudi Tani didampingi Ketua Gapoktan

Teknologi pelestarian sumberdaya lahan harus dikuasai dan dilaksanakan dalam usaha bidang pertanian, karena banyak terjadi kerusakan tanah akibat kekeliruan atau kesalahan dalam pengelolaan tanah serta tanamannya. Tindakan serta perlakuan-perlakuan yang secara tidak disadari telah menimbulkan keruskan tanah yang dampaknya harus ditanggung oleh semua masyarakat sekitar. Erosi merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan tanah atau degradasi tanah, sehingga dalam pelestraian sumberdaya lahan pengendalian erosi mutlak harus dilakukan. Usaha pelestarian sumbedaya lahan dapat dilakukan dengan beberapa teknologi/cara sebagi berikut : (1) cara vegetatif; (2) cara mekanik; (3) cara kimiawi yaitu dengan pemanfaatan bahan bahan pembenah tanah; (4) terasering.
Kegiatan yang dilakukan mulai dari koordinasi, pengandaan bibit sengon, pupuk, alat penunjang dan sosialisasi tentang konservasi tanah secara vegetatif.

penyuluhan

Kegiatan Sosialisasi Kepada Para Petani

penyuluhan

Petani antusias mengikuti Sosialisasi Penghijauan menggunakan tanaman sengon

Sosialisasi dilakukan pada hari Kamis, 17 Juli 2019 di rumah warga, dusun Ngandong, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo. Sosialisasi diikuti 50 petani dari 2 kelompok tani mitra. Dalam soisalisasi dijelaskan upaya konservasi metode vegetatif dengan menanam sengon dan harus didasarkan pada prinsip-prinsip : (1) memperbesar resistensi permukaan tanah sehingga lapisan permukaan tanah tahan terhadap pengaruh tumbukan butir-butir air hujan. (2) memperbesar kapasitas infiltrasi tanah sehingga aliran permukaan dapat dikurangi; (3) mengurangi laju aliran permukaan agar daya pengikisan terhadap tanah menjadi kecil.; (4) memperbesar resistensi tanah sehingga daya rusak dan daya hanyut aliran permukaan terhadap partikel-partikel tanah dapat diperkecil. Sosialisasi perlu dilakukan kepada masyarakat, sehingga secara mandiri bisa melakukan upaya konservasi dengan cara vegetative yang selaras dengan kondisi alam setempat. Setelah selesai sosialaisasi, dilanjutkan dengan penyerahan bibit sengon dan alat pemunjang tanam.
Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menekan erosi dan melestarikan sumberdaya lahan melalui penghijauan dengan tanaman sengon. Usaha pengendalian erosi dan pelestarian sumberdaya lahan dengan cara vegetatif didasarkan pada peranan tanaman dimana tanaman itu mempunyai peranan untuk mengurangi erosi dan melestarikan sumberdaya lahan.

penyuluhan

Penyerahan bantuan bibit sengon secara simbolis kepada Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo dan Ngudi Tani

bantuan sabit

Penyerahan bantuan alat penunjang secara simbolis kepada Ketua Gapoktan