Kegiatan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM-DIKTI) 2019

EDU-AGRICULTURE BERPOTENSI WISATA : PEMANFAATAN BERBAGAI TANAMAN REFUGIA SEBAGAI PENGENDALI HAMA ALAMI PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.)

Desa Srigading merupakan sentra komoditas cabai (Capsicum annum L). Berbagai kultivar cabai dibudidayakan oleh petani setempat. Selain di lahan basah/sawah, petani membudidayakan cabai di lahan sub-optimal pasir pantai yang membentang di sepanjang pantai selatan dari timur sampai ke barat sepanjang 30 km seluas 6.446 Ha. Berdasarkan data BPS, produksi cabai merah di Desa Srigading mengalami penurunan. Pada tahun 2012 produksi cabai sebesar 34,33 Kw/Ha, tahun 2013 turun menjadi 30,38 Kw/Ha dan puncak penurunan terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar 16,77 Kw/Ha. Penurunan produksi ini disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman. Untuk meningkatkan produksi, petani menggunakan pestisida kimia secara besar-besaran. Ini terbukti dengan produktivitas cabai pada tahun 2015 meningkat menjadi 40,77 Kw/Ha.

Penanganan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang kurang tepat mengakibatkan kerugian yang cukup besar baik berupa kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu (kualitas) tanaman. Penggunaan pestisida kimia yang tidak tepat dapat memberikan dampak seperti resistensi hama, resurjensi hama atau peningkatan populasi keturunan-keturunan hama, matinya hewan non target termasuk musuh alami, timbulnya ledakan hama sekunder, residu pestisida pada tanaman dan lingkungan. Selain itu residu pestisida yang terdapat pada produk pertanian sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. Permasalahan inilah yang dialami oleh mitra yaitu anggota Majelis Taklim Nailul Hidayah yang semuanya berprofesi sebagai petani.

Permasalahan utama yang dihadapi mitra, yaitu: (1) Penurunan produksi cabai akibat serangan Bemisia tabacci karena minimnya pengetahuan tentang tanaman refugia sebagai OPT, (2) Perlu contoh kongkrit tentang manfaat tanaman refugia yang berfungsi sebagai habitat musuh alami dan agensia pengendali hama, (3) Mitra belum mengetahui cara perbanyakan dan penerapan/lansekap taman tanaman refugia, dan (4) Inisiasi wisata swafoto bunga dengan tanaman refugia. Tujuan khusus dari kegiatan ini adalah mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida sintetik dengan mengintroduksi tanaman refugia yang ada di lingkungan sekitar sebagai pengendali hama alami. Pemanfaatan sumber daya alam tersebut secara maksimal sangat berarti bagi peningkatan produktivitas dan pendapatan petani serta pembangunan dalam sektor pertanian.

Kegiatan yang telah dilakukan adalah Edukasi tentang pemanfaatan tanaman refugia sebagai pengendali hama secara alami pada tanaman cabai yang dilaksanakan pada 24 Juni 2019.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi para petani tanaman cabai di lokasi mitra mengenai pemanfaatan tanaman refugia sebagai pengendali hama dan penyakit sehingga produktivitas tanaman cabai dapat meningkat dan pendapatan para petani pun lebih meningkat. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 orang yang meliputi Kepala Desa Srigading beserta jajarannya dan anggota mitra. Antusias peserta sangat tinggi terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta.

IMG_0717 resize 50

Kegiatan Edukasi Pemanfaatan Tanaman Refugia sebagai pengendali hama secara alami pada tanaman cabai

IMG_0733rsz50

Pemaparan Materi Edukasi

Kegiatan pengabdian berikutnya yang telah dilaksanakan yaitu demonstration plot tanaman cabai sebagai contoh konkrit pemanfaatan tanaman berbunga dengan membuat lahan percontohan tanaman cabai dan berbagai refugia agar petani dapat melihat dan membuktikan objek yang didemonstrasikan. Demonstration plot  tersusun dari beberapa blok yang disusun sesuai layout untuk memudahkan memberi contoh penanaman refugia.

WhatsApp Image 2019-08-23 at 1.13.39 PM

Demonstration plot tanaman cabai dan refugia

Rencana kegiatan selanjutnya adalah inisiasi lokasi wisata swafoto bunga dengan tanaman refugia dipadu dengan tanaman cabai. Pembuatan lokasi swafoto juga bertujuan meningkatkan nilai dari daerah lokasi mitra agar lebih dikenal masyarakat luas di Indonesia. Dengan demikian masyarakat terutama para petani secara mandiri akan terpacu memelihara pertanaman cabai dan tanaman berbunga serta daerah lokasi secara luas.